Berbeda dari workshop-workshop lain yang pernah kuikuti, Workshop SWS Challenge benar-benar workshop dalam arti “bengkel kerja”. Di Workshop SWS Challenge, para peserta selain harus menyampaikan presentasi penyelesaian masalah, juga harus memberikan demonstrasi sebagai bukti bahwa penyelesaian yang digunakan benar-benar bekerja.
Dari empat tim peserta tahun ini, hanya tim kami (TI/UT) yang bisa memberikan demonstrasi. Para peserta lain tak mampu melakukannya dengan alasan masing-masing. Jadi… bolehlah kami bangga atas pencapaian ini. Apalagi ini adalah keikutsertaan kami yang pertama kali. Terbayar sudah segala lembur kami selama ini :-)
Runtun ceritanya begini.
Alkisah, SWS Challenge adalah suatu bla… bla.. bla… (baca sendiri tujuannya di sini :-) SWS Challenge menyediakan beberapa skenario masalah yang harus diselesaikan oleh para peserta. Tingkat kesulitan skenario dibuat meningkat: skenario 1 lebih mudah daripada skenario 2; skenario 3 lebih sulit daripada skenario 2. Dengan keberadan skenario-skenario tersebut, cara-cara penyelesaian yang berbeda bisa dibandingkan atas dasar masalah yang sama, sehingga perbandingan bisa dilakukan secara adil.
Skenario 1 dan 2 bisa kami selesaikan :-)
Agar lebih menantang, SWS Challenge memberikan skenario kejutan. Waktu yang tersedia untuk menyelesaikan skenario kejutan ini dibatasi: 60 jam! Dua setengah hari sebelum pelaksanaan workshop, para peserta diberi skenario kejutan tadi. Hasil penyelesaiannya harus didemonstrasikan saat workshop.
Setelah dua-malam-begadang tunggang-langgang banting-tulang (halah!!!), kami bisa menyelesaikan skenario kejutan dalam batas waktu yang diberikan.
Tak berhenti di situ. Saat workshop dihelat, masih ada satu tantangan lagi. Skenario kejutan diubah sedikit dan peserta harus bisa menyelesaikannya pada saat itu juga.
Enteng! Tak sampai satu menit kami selesaikan tantangan yang terakhir :-D
Tak pelak kami jadi selebritis dadakan di workshop itu, hehehe…