Stanislav menggeber mobil Renault Laguna merah-nya di autobahn. Jarum speedometer menunjuk angka 160km/jam. Tetap saja ia tancap gas. Ini di Jerman, Bung. Tak ada batas maksimum kecepatan di autobahn (jalan raya).
Wuusshhhh….! Sebuah mobil BMW melesat cepat menyalip mobil yang kami tumpangi. Tak seberapa lama kemudian, mobil itu telah hilang dari pandangan. Entah berapa kecepatannya. Pasti di atas 200km/jam. Kejar mobil itu, tantang Dick. Stanislav nyengir. Ia tahu persis bahwa mobilnya tak lagi mampu mengejar mobil BMW tadi.
Sabtu lalu, Stanislav, Dick dan aku berangkat bermobil bersama ke Karlsruhe. Karlsruhe yang berjarak 465km dari Enschede berjarak 4 jam lebih sedikit (menurut Google Maps). Kami berangkat ke Karlsruhe untuk turutserta dalam Workshop SWS Challenge. Kami akan menyajikan presentasi sekaligus demonstrasi metode dan perangkat lunak yang kami kembangkan.
Demi demonstrasi itu, beberapa pekan terakhir ini kami secara intensif mengembangkan perangkat lunak kami. Tak jarang kami kerja di kampus UT atau TI hingga malam. Terakhir di hari Jumat lalu, aku baru sampai rumah hampir tengah malam. Untunglah pada saat itu perangkat lunak kami sudah siap. Kami cukup percaya diri dengan hasil yang kami capai.
OK. Kita berangkat dari Enschede pukul tiga atau setengah empat. Lima jam perjalanan, sudah termasuk berhenti makan malam, kita bisa sampai di Karlsruhe pukul delapan atau setengah sembilan. Cukup bagi kita untuk tidur beristirahat sebelum esok paginya kita harus presentasi.
Demikian usul Stanislav yang tak perlu kami sanggah.
Dick yang tinggal di Hengelo akan menjemput aku di Enschede untuk kemudian berangkat dari rumah Stanislav di Glanerbrug, perbatasan Belanda-Jerman.
Sabtu siang sesuai rencana, Dick dan aku tiba di rumah Stanislav.
Alih-alih langsung berangkat, sekali lagi kami harus buka laptop kami. Dick menemukan kesalahan di perangkat lunak kami. Satu setengah jam kami perlukan untuk memperbaikinya dan mengirimkan hasilnya ke penyelenggara workshop.
Stanislav menggeber mobil Renault Laguna merah-nya di autobahn.
Kami berangkat ke Karlsruhe untuk satu pembuktian: bahwa apa yang kami kerjakan selama ini tak cuma lantang di atas kertas, tetapi nyata adanya.