Setiap tahun di awal tahun ajaran, di UT ada Pekan Sehat (Gezonde Week). Ada berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan; salah satunya adalah cek kesehatan. Gratis.
Aku selalu tertarik kalau ada gratisan :-)
Dalam sepekan ada berbagai macam cek kesehatan, antara lain: pengukuran kolesterol, gula darah (glukosa), tekanan darah, kebugaran, lemak dan BMI (body mass index).
Alhamdulillah, hasil pengukuran menunjukkan bahwa aku berada pada tingkat kolesterol, gula darah dan tekanan darah dalam kondisi normal/optimal. Hasil pengukuran tahun lalu mengisyaratkan bahwa tingkat kolesterol-ku normal-tinggi. Wuups :-(
Harus banyak makan sayur, begitu saran yang kuterima waktu itu. Kini, setelah hampir selalu ada sayuran di menu makan tiap hari, tingkat kolesterol-ku sudah turun dalam rentang optimal.
Berdasarkan hasil pengukuran kebugaran, aku disarankan untuk kembali berolahraga. Gara-gara pekerjaanku yang selalu memaksa aku duduk dan mengetik, aku jadi kurang olahraga. Ayo, semangat! Setelah puasa, aku harus mulai olahraga lagi!
Pengukuran BMI menunjukkan bahwa aku berada di atas kondisi normal (terlalu berat). Ini yang bikin aku bingung. Lha, gimana nggak, dari tampak luar aku selalu kelihatan kurus, je. Dulu Ibu sering menyuruhku makan yang banyak biar aku tambah berisi. Wah, jangan-jangan aku sudah terkena sindrom “pria mapan berhati nyaman”: hanya perut saja yang makin tambun :-)
Mungkin itu karena kandungan lemakku yang nyaris melewati batas normal. Prosentase lemak normal 8 – 20%, aku 19.8%. Massa lemak normal 5.1 – 14.6 kg, aku 14.4 kg. Kalau aku rajin berolahraga, mustinya kandungan lemak itu bisa terbakar, kan? Sepertinya pangkalnya memang aku harus kembali berolahraga lagi.
Dengan Pekan Sehat, UT ingin karyawannya peduli kesehatan. Kesehatan yang terpantau -setidaknya setahun sekali- bisa mengarahkan para karyawan untuk segera memeriksakan diri jika ada gejala yang tak diinginkan. Penanganannya diharapkan jadi lebih ringan atau malah hanya sekedar mengatur pola hidup dan makan, produktifitas kerja pun tak terlalu terganggu.