Olahraga sama, pakaian beda

Selama olimpiade berlangsung, aku sering mengikuti liputannya di teve. Tapi ada hal yang sejak dulu tak pernah aku habis pikir.

Sama-sama melakukan gerakan dan teknik yang sama, kenapa di beberapa cabang olahraga pakaian atlit putri beda dengan atlit putra?

Ambil contoh di cabang olahraga atletik.
Atlit putri selalu berpakaian lebih minim dibanding atlit putra. Sebagian (besar) atlit putri bertanding dengan perut dan pusar terpampang dan celana pendek mepet ke pangkal paha. Sementara atlit putra tak pernah memamerkan pusar dan ujung bawah celana justru mendekati lutut. Padahal aturan olahraga, baik putra atau putri, tidak berbeda. Sama-sama lari 100m, 200m, dst. Sama-sama lompat tinggi, lompat jauh, lompat galah, dsb. Sama-sama lempar lembing, lempar martil, tolak peluru dsb.

Namun, selalu saja ada perkecualian. Seorang atlit muslim putri Bahrain Roqaya Al-Gassra tetap tertutup rapat seluruh tubuhnya, meski secara ketat karena alasan aerodinamika.

Demikian juga di banyak (tak semua) cabang olahraga lain. Yang paling kontras, menurutku adalah di cabang olahraga voli pantai. Ketika para atlit putra berpakaian gombrong, baik kaos ataupun celana mereka; atlit putri… ehm, silakan lihat sendiri :-)

Yang terbalik malah di cabang olahraga renang. Dulu pakaian perenang putra dan putri sangat berbeda. Kini, dengan berbagai alasan ilmiah (gaya gesek, berat, daya serap air dsb), pakaian mereka boleh dibilang tak beda lagi.

Jawabannya mungkin ada di sini.
Penonton tak cuma ingin lihat atlit putri berprestasi, tetapi juga rincian lekuk tubuh si atlit. Dan ini yang menyatakan adalah seorang petinggi badan olahraga tingkat internasional: wakil presiden Federasi Tenis Meja Internasional. Lagi-lagi, tubuh perempuan harus jadi objek keliaran mata (penonton) laki-laki :-(

2 Responses to “Olahraga sama, pakaian beda”

  1. Aguse182’s Graphic Designer Says:

    [...] Agustus 25, 2008 at 12:19 pm (Sport) Olahraga sama, pakaian beda [...]

  2. madzz Says:

    tukran link yukk


Leave a Reply