Eits… jangan berpikiran kriminal dulu. Yang aku bobol adalah kunci sepeda milikku sendiri.
Awal cerita ini sudah lumayan lama.
Sekitar tiga atau empat bulan lalu aku kehilangan kunci sepeda. Sepedaku dalam keadaan terkunci, dan celakanya, aku tak punya kunci cadangan. Terpaksalah, sepeda harus dibangkucadangkan untuk beberapa waktu (ehm… beberapa bulan, tepatnya). Untung aku punya dua sepeda. Jadi kegiatanku sehari-hari (ke kampus, berbelanja, dsb) tidak terganggu.
Penyelesaiannya sejatinya sederhana saja: gergaji kunci sepeda itu, terus ganti dengan yang baru. Permasalahan baru muncul, yakni tak mudah menggergaji kunci sepeda. Aku beli gergaji besi kecil (jika besar, percuma saja karena tak ada ruang di antara rangka sepeda). Setelah beberapa jam menggergaji, sepertinya kedalaman hasil menggergaji tak lebih dari satu milimeter. Huh… capek deh :-(
Akhirnya sepeda kudiamkan saja. Karena ada sepeda cadangan, tak ada keharusan segera membobol kunci sepeda itu.
Seorang kawan, Eko, memberitahu bahwa ada tukang reparasi sepeda yang bisa menggergajikan kunci sepeda. Cukup bayar 10 euro, terima beres. Sayang, tempat tukang reparasi itu jauh dari rumahku.
Tom, rekan kerjaku yang asli Belanda, menyarankan sewa saja gergaji listrik alias haakse slijper di toko bahan bangunan. Tak perlu capek-capek menggergaji. Ide bagus!
Kamis kemarin, dalam perjalanan pulang dari kampus kusempatkan mampir di Karwei. Karwei bekerja sama dengan RentPartner menyewakan alat-alat bangunan.
Mas, aku mau sewa haakse slijper untuk empat jam, kataku pada mas penjaga toko.
Boleh. Biaya 6 euro, uang jaminan 75 euro, jawab si mas itu.
Biaya sewa itu tak termasuk roda gerinda (schijf)-nya. Aku beli satu seharga 2,5 euro. Kalau mau beli schijf, cermati: untuk metal atau untuk beton.

Bentuk umum haakse slijper
Di rumah, setelah membaca buku petunjuk pemakaian, kukenakan kacamata hitam, sarung tangan, sepatu, celana panjang dan kaus lengan panjang. Eh, bener… itu bukannya aku mau gaya, tetapi itu demi mematuhi baku keamanan kerja sesuai di buku petunjuk. Dan terbukti, ketika menggergaji, bunga-bunga api memercik hasil gesekan roda gerinda dengan kunci sepeda.
Hati-hati saat menggergaji! Salah-salah rangka sepeda atau pelek roda sepeda bisa ikut tergergaji.
Ah… sepedaku, kini kau bebas dari kekangan. Ku telah teramat rindu menunggangimu :-)
Penulis tidak bertanggungjawab pada penyalahgunaan materi tulisan ini.