Seperti biasa, acaraku di malam pergantian tahun adalah tinggal di rumah dan menonton acara-acara di televisi. Bagiku, pergantian tahun sama seperti pergantian bulan, sama seperti pergantian pekan, dan sama seperti pergantian hari. Suatu hal yang tak perlu dirayakan.
Tiap orang punya isi kepala yang berbeda. Ada yang suka merayakan pergantian tahun dengan berpesta kembang api, namun ada juga yang memilih berzikir nasional.
Pergantian tahun 2007/2008 di Belanda secara nasional dirayakan di Erasmusbrug, Rotterdam. Di Enschede, warga berpesta kembang api di sekitar rumahnya. Demikian juga, tetangga depan rumahku. Tak sabar agaknya, mereka sudah menyalakan kembang api sejak hari masih siang. Menjelang sore, suara ledakan kembang api mulai bersahutan dari berbagai tempat.
Malam pun turun. Para peraya pergantian tahun ternyata harus kecewa malam tadi. Kabut tebal menyelimuti Enschede. Dari rumahku yang berada di lantai tiga gedung apartemen, aku tak bisa melihat deretan mobil yang parkir di tepi jalan depan gedung apartemen.

Mata tak kuasa menembus kabut.
Satu stasiun televisi menyiarkan perayaan di Erasmusbrug. Di sana pun, kabut meraja meski tak setebal di Enschede. Ketika kembang api dinyalakan pukul 00.00, tak tampak hamburan indahnya. Hanya kabut yang berpendar-pendar.
Di sebagian daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, para warga berendam di keruh air banjir dan tanah longsor :-(
Powered by ScribeFire.