Hujan di akhir pekan ditambah badan agak tak sehat memaksaku mengurung diri di rumah. Menonton TV, bosan. Menjelajah internet, bosan. Kutengok isi komputer… Ahaa!!! SketchUp! Daripada melakukan hal yang tak jelas juntrungnya, mending aku berlatih menggunakan Sketchup.
Sekedar informasi, SketchUp adalah produk Google (ehm… sebenarnya hasil Google mencaplok @Last Software ;-) untuk pemodelan 3 dimensi (3D). Menurutku, SketchUp membuat kerja pemodelan 3D terlihat gampang. Tentu saja ada teknik-teknik yang canggih bagi pengguna yang sudah mahir. Tetapi, bagi pemula, Sketchup menawarkan banyak kemudahan dalam membuat model 3D.
Sudah lama aku ingin bisa membuat model 3D. Tapi tak jua kutemui perangkat pemodelan 3D yang mudah dan murah (gratis, kalau bisa :-). Pernah aku mengamati temanku – seorang jebolan Teknik Arsitektur – merancang gedung dan membuat model 3D dengan AutoCAD. Wualah, sepertinya susah minta ampun :-(
Pencarianku berikutnya mempertemukanku dengan Blender. Setelah sempat pontang-panting berusaha menguasainya, ternyata Blender tak juga bisa kukuasai. Menurutku, Blender tak lebih mudah daripada AutoCAD.
Beberapa pekan lalu aku menjumpai SketchUp. Waktu itu aku hanya mengunduh dan memasangnya di komputerku. Belum sempat aku sungguh-sungguh mengikuti tutorial yang tersedia.
Hujan di akhir pekan memberiku kesempatan itu. Setelah mempelajari beberapa tutorial yang disediakan, sekitar dua jam, aku sudah bisa membuat model 3D sendiri, yaitu rumah petak kontrakanku, hehehe…

Sisi depan: dipandang dari koridor dalam gedung apartemen.

Sisi luar: dipandang dari jalan depan rumah. Beranda kecil berpagar adalah balkon. Rumahku ada di lantai 3.

Dari atas: rumah petak tiga kamar, kamar mandi, dapur, ruang duduk, dan balkon.
Target berikutnya: merancang dan memodelkan rumah idaman ;-)
Powered by ScribeFire.
