HOW TO: menambal ban sepeda

Bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle bicycle bicycle
I want to ride my bicycle
I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like…

(Queen: Bicycle Race)

Di Belanda, sepeda merupakan ragam angkutan yang lazim digunakan. Tak pandang anggota parlemen, profesor, dokter, atau pelajar, jika tujuan tak begitu jauh dan hari tak hujan, bersepeda jadi pilihan. Ketrampilan dasar yang berkenaan dengan keberlangsungan hidup sepeda pun menjadi penting. Salah satunya: menambal ban :-)

Untunglah, sewaktu aku masih SD, aku pernah diajari Bapak menambal ban sepeda. Kini ketika ban sepedaku bocor, aku bisa menambalnya sendiri. Bahkan, aku telah mengajari setidaknya dua kawanku, Fadli dan Nandra, bagaimana cara nambal ban sepeda.

Sudah beberapa hari ini ban belakang sepedaku kempes :-( Aku yakin ban itu bocor, karena kempes habis, tanpa udara tersisa. Mumpung hari libur, aku sempatkan diri menambal ban.

Ban sepeda terdiri dari ban dalam dan ban luar. Yang kutambal adalah ban dalam. Ban luar biasanya tidak ditambal, tetapi diganti. Mungkin karena sudah aus dimakan jalan atau sobek tergores benda tajam.

Begini algoritma menambal ban:

  1. Siapkan peralatan, yakni sendok ban, lem, penambal ban, amplas, ember berisi air, kain lap, dan pompa. Tusuk gigi dan meja besar mungkin juga perlu (lho?)
    Di Belanda, kita bisa beli kit tambal ban yang, antara lain, berisi tiga sendok ban (berupa logam bengkok dengan ujung yang panjang seperti sendok dan ujung yang pendek berkait), lem, penambal ban, dan amplas. Untuk yang berukuran kecil, kit ini ada yang seharga 3,5 euro.
  2. Dengan menggunakan sendok ban, keluarkan satu sisi ban luar dari peleg (Belanda: velg, Inggris: rim).
    Selipkan ujung panjang salah satu sendok ban di antara ban luar dan peleg, kemudian cungkil ban keluar. Kaitkan ujung pendek sendok pada satu ruji roda sepeda untuk menahannya.
    Lakukan hal yang sama dengan sendok yang kedua di sebelah sendok yang pertama. Lalu lakukan juga dengan sendok yang ketiga di sebelah sendok yang kedua. Sebagian ban luar kini mulai berada di luar peleg. Lepaskan sendok kedua (yang berada di tengah). Gunakan sendok itu untuk mencungkil sebelah sendok yang ketiga.
    Ulangi langkah ini, sedikit demi sedikit, hingga satu sisi ban luar secara keseluruhan keluar dari peleg.
  3. Keluarkan ban dalam dari ban luar. Jangan lupa, bebaskan dop dari peleg. Dop adalah tempat pasang pentil (Belanda: ventiel).
  4. Setelah ban dalam berada di luar, pompa ban itu secukupnya.
  5. Cari tahu dimana titik bocor ban. Lakukan dengan cara mencelupkan ban ke dalam ember berisi air. Jika tampak gelembung-gelembung udara keluar dari ban, amati dari titik mana udara keluar. Di situlah titik bocor ban. Tandai titik tersebut; bisa dengan cara menancapkan tusuk gigi di titik bocor :-)
    Cek apakah ada titik bocor lain.
  6. Kempeskan ban, lalu keringkan daerah titik bocor dengan kain lap.
  7. Amplas daerah titik bocor supaya permukaan kasar sehingga lem nanti dapat erat melekat.
  8. Olesi lem dan tunggu sebentar hingga agak kering.
  9. Tempelkan penambal ban. Tekan erat, jika perlu tindih dengan benda berat, misal dengan kaki meja :-) Tunggu hingga penambal menempel dengan sempurna.
  10. Uji apakah tambalan sudah benar (langkah 4 dan 5).
  11. Ulangi langkah 6, 7, 8, 9, dan 10 jika ternyata tambalan masih bocor.
  12. Periksa bagian dalam ban luar: apakah ada benda tajam (paku, duri, dsb) yang menyebabkan ban dalam bocor? Jika ada, buang.
  13. Masukkan ban dalam ke dalam ban luar. Pasang dop pada peleg.
  14. Masukkan kembali ban luar ke dalam peleg. Lakukan dengan tangan dan kemudian diakhiri dengan menggunakan sendok ban untuk mencungkil ban luar masuk ke dalam peleg.
  15. Pompa ban hingga keras. Proses tambal ban telah selesai.

Semoga bermanfaat :-)

Powered by ScribeFire.

One Response to “HOW TO: menambal ban sepeda”

  1. wahyu Says:

    thanks banget mas infonya sangat membantu, sesama pemaikai sepeda.

    Tapi saya ada masalah, kemarin minggu saya bersepeda dalam perjalanan menuju kaliurang jogja belum2 saya sudah 4 kali berganti ban dalam. Masalahnya selalu bocor di dop nya, kira2 kenapa ya??

    Dan tukang tambal ban jarang ada yang mau menambal dibagian ini? apa yang bisa sy lakukan u mengatasi dop ini?
    Ada nggak teknik menambal dop ban sepeda ini??

    sekali lagi terima kasih infonya


Leave a Reply