Serasa makan di warung soto

Apa ciri utama suatu warung soto? Selain jual soto, tentunya ;-p

Kalender!
Ya, kalender. Di warung-warung soto, biasa kita jumpai banyak kalender terpasang di dinding. Tak penting apakah kalender tersebut masih berlaku atau tidak (entah kalender berapa tahun yang lalu). Selama foto-foto gadis belia nan cantik yang menghiasi tiap lembar kalender masih setia mengumbar senyum kepada pelanggan warung soto tersebut, tak masalah lah :-)

Menjelang tahun baru 2008, beberapa toko Cina di Enschede bagi-bagi kalender. Kalender pertama aku dan istriku dapat dari Peter Hu, supermarket Asia. Kalender ini memuat penanggalan Masehi dan Cina. Sebagai kalender produksi Cina, gadis-gadis Cina menghiasi tiap lembar kalender.

Kalender kedua kami dapat dari Taiwing, toko kecil namun lebih banyak menjajakan bahan makanan produk Indonesia daripada Peter Hu. Jangan heran, kalendernya pun produksi Indonesia. Kalender ini memuat penanggalan Masehi, Jawa (lengkap dengan hari-hari pasarannya: Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing), Hijriyah dan Cina. Indonesia benar-benar kaya peradaban! Peradaban Cina boleh lebih tua dari Indonesia, tetapi watak bangsa Indonesia yang terbuka sejak dulu kala, menjadikan kita lebih kaya dalam hal cacah peradaban. Di tiap lembar, gadis-gadis Indonesia menyapa pembaca kalender.

Tak kalah penting, kalender itu juga memuat hari-hari cuti bersama (menuruti instruksi pemerintah, tentunya). Di tahun 2008, ada lebih dari duapuluh hari libur, selain akhir pekan. Sungguh senang bekerja di Indonesia, banyak hari libur.

Sebagai tanda nasionalisme :-) kupasang kalender kedua di dapur/ruang makan kami. Tergantung di dinding dekat meja makan; agar kami selalu serasa makan di warung soto.

Powered by ScribeFire.