Selamat datang musim dingin

Tadi malam, Forecastfox di penjelajah web Firefox-ku menunjukkan bahwa suhu merosot di minus 3 derajat Celcius. Dan hari ini, aku harus berangkat pagi. Jadwal diskusi dengan supervisor pekan ini di jam 08.30, sementara suhu belum juga beranjak jauh dari 0 derajat. Sungguh tersiksa bersepeda di suhu seperti ini.

Sewaktu aku berangkat ke kampus kemarin, rerumputan di tepi jalan sudah berselimut embun es. Seorang bapak membersihkan kaca mobilnya dari lapisan es. Hari-hari sebelumnya, hembusan nafas sudah beruap air. Pekan depan, waktu musim dingin sudah diberlakukan. Ya… selamat datang musim dingin.

Tak selamanya nyaman tinggal di Eropa, terutama di saat musim dingin. Bayangkan, untuk keluar belanja beberapa menit saja, aku harus berpakaian lengkap. Baju hangat (sweater) atau jaket tebal ala maskot Michelin, sepatu berkaos kaki tebal, kaos tangan, dan penutup kepala. Film-film Holywood sering mempertontonkan kisah romantis di musim dingin bertaburkan salju. Terlebih dengan latar belakang menara Eiffel di Paris. Hayah… gombal! Orang tropis sepertiku mendambakan suhu hangat. Suhu di atas 20 derajat adalah sempurna :-)

Saat ini, jalan keluar rumah bersandal jepit dan kaos selembar adalah kemewahan.

Leave a Reply